
Apa yang kamu rasakan ketika kamu tau kalau kamu bukanlah anak kandung dalam keluargamu? Sedih. Sudah pasti! Begitupun yang dialami oleh Alif Fathya Kautsar saat tau dirinya bukanlah anak kandung dalam keluarganya. Berdoa supaya segera menemukan keluarga kandungnya adalah satu-satunya sumber kekuatan bagi Alif. Tapi bagaimana kalau doa Alif dijawab dengan kata ‘tidak’ oleh Tuhan?!
Lalu apakah yang kamu lakukan setelah kamu mencintai seseorang dengan begitu dalam, dan pada akhirnya kamu tau kalau dia adalah saudaramu sendiri?! Berharap semoga fakta itu keliru adalah pengaharapan terakhir bagi Iqbal. Tapi berkenankah Tuhan menjawab ‘ya’ untuk itu?!
Lantas apa yang kamu perbuat seandainya kamu adalah Zahra, saat kamu yang selama ini berada dalam jalur yang lurus dan bersih, tapi pada akhirnya diketahui mengidap HIV AIDS?! Berpalingkah kamu dari jalan kebenaran?! Dan kali ini maukah Tuhan mengabulkan pengharapanmu yang terakhir? Bagaimana kalau kali ini Dia berkata ‘tidak’?!
Dan yang terakhir, bagaimana kamu menyikapi kehancuran rumah tangga orangtuamu seandainya kamu menjadi Dian? Satu-satunya yang berharga dalam hidupmu. Lalu ketika kamu berfikir kalau semuanya telah usai, seseorang datang menawarkan sebuah janji yang indah. Tapi bagaimana kalau ternyata kamu sudah tak pantas lagi mendapatkan mimpi itu?! Maukah Tuhan menolongmu kali ini setelah ribuan doamu selalu dijawab-Nya dengan ‘tidak’?! Bagaimana kalau kali ini Tuhan lagi-lagi berkata ‘tidak’ untuk doamu?
Ketika Tuhan Berkata Tidak adalah novel yang mengangkat cerita tentang keluarga yang dalam istilahnya broken home. Juga mengenai anak yang mencari keberadaan orangtua kandungnya setelah berpuluh-puluh tahun lamanya dia mengira kalau dirinya adalah anak kandung dalam keluarganya, bukan anak hasil adopsi dari sebuah panti asuhan, dimana panti asuhan itupun tak mngetahui lagi keberadaan orangtua kandungnya.
Novel ini juga mengangkat tentang bahayanya pergaulan tanpa memilih-milih teman yang pada akhirnya menjerumuskan tokoh ceritanya dalam bahaya narkoba. Keputus asaan akhirnya menuntun Dian menuju obat-obatan terlarang yang pada akhirnya menjebaknya dalam kubangan HIV AIDS yang mematikan yang menyeret orang-orang tak berdosa disekelilingnya termasuk juga cintanya yang laksana mimpi. Novel yang mengisahkan pergulatan bathin para tokohnya dalam menghadapi ragam polemik kehidupan, masalah-masalah yang tiada berkesudahan dan nyaris tak sanggup untuk tanggung, dan ketika Tuhan lagi-lagi berkata ‘tidak’ untuk doa-doa mereka.
Novel sepanjang 160 halaman ini baru saja dikembalikan dari penerbit Gramedia Pustaka Utama-Jakarta dan sedang dalam proses revisi (perbaikan) untuk kemudian dikirimkan kembali ke Gramedia Pustaka Utama-Jakarta.
Bagi yang ingin membaca novel ini secara lengkap dapat mengirimkan email ke penulis di syiffa_azzahra@yahoo.com
Karya :Vera Threescha
Kamis, 08 Januari 2009
Ketika Tuhan Berkata Tidak
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar